Forum Rektor sepakat tahun 2010 tak laksanakan Sertifikasi guru

tumpukan kertasPernyataan mengejutkan datang dati pertemuan forum Rektor perguruan Tinggi Negeri (PTN) Lembaga Pendidik­an Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indone­sia yang dilaksanakan, Senin lalu di Goron­talo. Forum Rektor dari 12 LPl’K sepakat un­tuk menolak atau tidak melaksanakan Serti­fikasi Guru pada 2010. Forum Rektor itu ter­diri atas UNY, UPI Bandung, UNJ Ja­karta, Undiksa Singaraja, Unima Manado, UIines Semarang, Unesa Surabaya, UNP Pa­dang, Unimed Medan, UNM Makassar, UM Malang dan UNG Gorontalo.

Kami Pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sejak tahun 2007  bersedia melaksanakan salah satu tugas nasional ”Sertifikasi Guru” karena  sepakat  bahwa tugas ini berdampak pada peningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan   guru. Tetapi dalam perjalanan mengemban tugas ini, hampir seluruh LPTK mengalami berbagai kendala. Maka kami para Rektor sepakat untuk meminta Menteri Pendidikan Nasional RI agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sertifikasi guru. Dan selama belum ada kesamaan dan kejelasan, forum Rektor LPTK  sepakat agar  pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2010 untuk tidak dilaksanakan dulu.  Demikian Rektor UNY Dr. Rochmat Wahab MA yang memberikan sambutan mewakili Asosiasi LPTK pada Pembukaan rangkaian seluruh kegiatan LPTK  CUP 2009 yang berlangsung Selasa malam (10/11) di rumah dinas Pejabat Pelaksana Gubernur Prov. Gorontalo.

Kendala itu terjadi karena adanya perbedaan persepsi tentang dasar hukum yang dipakai pemeriksa (BPKP) dan PTN LPTK,” jelas Rektor UNY Dr. Rochmat Wahab MA lebihlanjut Jumat (13/11), di Kampus UNY. LPTK, tegasnya, bekerja berdasarkan Ren­cana Anggaran Belanja (RAB) yang disusun Ditjen PMPTK, sedangkan Pemeriksa tidak mau menggunakan dasar RAB melainkan menggunakan Standar Biaya Umum (SBU). Kondisi ini sangat mempengaruhi kinerja LP­TK yang akhirnya berdampak negatif terha­dap pelaksanaan tugas pokok. Karenanya Fo­rum Rektor LPTK meminta Menteri Pendi­dikan Nasional RI agar melakukan evaluasi ­terhadap pelaksanaan sertifikasi guru. Ter­utama aspek perencanaan dan penggunaan anggaran dan akan lebih baik lagi jika Diljen PMPTK menerbitkan Standard Operational Procedure (SOP) agar ada kejelasan. Sumber Kedaulatan Rakyat  161109 dan uny.ac.id

2 Tanggapan

  1. sertifikasi pada saat ini hanya menimbulkan kecemburuan di antara tenaga pendidik disebabkan besaran tunjangan antar tenaga pendidik bagiguru yang tersertifikasi dengan guru yang belum tersertifikasi sangatlah jauh padahal kami memiliki tanggung jawan dan dedkasi yang sama dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini. Sehingga kami sangat setuju jika pelaksanaan sertifikasi ditinjau ulang. Tidak melalui pemanggilan yang dirasa sangat deskriminatif tetapi melalui evaluasi kerja guru. Sehingga kwualitas pendidikan di Indonesi benar-benar bisa ditingkatkan dan profesionalitas guru tidak hanya bisa dilihat dari gaji yang besar tetapitindakan nyata dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sertifikasi benar-banar melukai hati bagi guru yang belum tersertifikasi yang nota bene juga bekerja tanpa lelah bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Berikanlah bagi rang yang sama untuk seluruh tenaga pendidikan di Indonesia sehingga kecemburuan dan rasa curiga di antara kami bisa diminimalisir.

  2. setuju sekali saya selaku guru yang telah disertifiasi sampai saat ini hanya di permainkan oleh pihak dinas pendidikan kabupaten saja, dengan alasan dan prosedur yang tak jelas ujungya, dan mengenai pencairan dana tsb sampai saat ini juga blum turun dengan di permainkan oleh pihak terkait,,mohon meneteri pendidikan juga mempertimbangkan kembali masalah- masalah yang terjadi dibawahnya terima kasih..kami guru bangsa, untuk negara kami guru swasta di kabupaten bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: